<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="555900">
 <titleInfo>
  <title>Aspek Hukum Ekonomi :</title>
  <subTitle>dalam penataan dan pengelolaan pasar tradisional berbasis keadilan</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Seran, Marcel</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>CV. Mandar Maju</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">1</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Buku</form>
  <extent>xxiv, 394 halaman : ilustrasi ; 21 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buku ini bertolak dari kerisauan penulis terhadap keberadaan pasar tradisional karena pengaturan penataan dan pengelolaan pasar tradisional yang tidak maksimal karena terdapat problematika baik pada tataran norma dan praksis. Pronlematika dalam pengaturan penataan dan pengelolaan pasar tradisional tidak mustahil akan berakibat pada terpinggirnya pasar tradisional. Dengan terpinggirnya pasar tradisional tentu saja akan menimbulkan pengangguran dan tereduksinya hak ekonomi bagi pedagang pasar tradisional, pada hal pasar tradisional merupakan wadah ekonomi yang cukup banyak jumlahnya yang tersebar di seluruh pelosok wilayah Indonesia, serta pasar tradisional juga dapat menampung pedagang pasar tradisional dalam jumlah yang tidak sedikit. Namun ironsnya di tenagh bangsa Indonesia melakukan pembangunan di segala bidang, keberadaan pasar tradisional justru terus merana dan semakin tidak terurus, dan semakin terpinggirkan. Tidak terurusnya dan semakin terpinggirkannya pasar tradisional ini tidak lepas dari pengaruh perkembangan pasar modern yang tidak terkendali dewasa ini seperti misalmya mall, supermarket, hypermarket, depart,emt store, minimarket. Sementara revalitasi atau pembangunan kembali terhadap pasar tradisional yang seyogyanya perlu dilakukan sebagai penopang pembangunann ekonomi daerah dan megara tidak berjalan sebagaimana mestinya, karena itu tidak jarang banyak pasar tradisional setelah dilakukan revitalisasi atau setelah dilakukan renovasi justru menjadi sepo dan bahkan ditinggal pergi para pedagang dan pemebli (konsumen),</note>
 <note type="statement of responsibility">Marcel Seran</note>
 <classification>381.1</classification>
 <identifier type="isbn">9789795385431</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan UIN Sunan Kudus Online Public Access Catalog</physicalLocation>
  <shelfLocator>381.1 SER a</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">24TD555900.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>7885da44b01a1dc205d9e759c8c99d79d398382f.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>555900</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-10 10:20:34</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-11 15:32:48</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>